LoERbTcWHiQxdmcpf4fiSjgWN9qHi76MAUgOelk0

Panduan Membuat Produk Tagihan (PPOB)


Membuat produk Tagihan atau PPOB (Payment Point Online Bank) kini lebih mudah dan sangat praktis sejak versi script pulsa 3.9.4. Tidak perlu menggunakan file custom maupun file tambahan, cukup gunakan produk default dan file default. Berikut panduannya untuk kamu yang ingin memasang produk Tagihan alias PPOB di webpul.

Harus Punya Suplier

Pastikan kamu sudah ada suplier tentunya, kalau tidak punya nanti ambil produknya kemana? Suplier PPOB yang bisa digunakan bebas, selama reply transaksinya tidak aneh-aneh. Bisa ambil ke Griya Bayar BTN, Multi Biller Solution (MBS), Okepay, dan lain-lain.

Pembuatan Produk Tagihan (PPOB)

Jika sudah membuat produk sebelumnya, bisa gunakan produk tersebut namun sebaiknya file model nya dikembalikan ke default bawaan webpul ketika membuat produk baru, panduan mengembalikan file default bisa buka: File Model Default untuk Membuat Produk Tagihan (PPOB). Namun jika bingung bisa buat produk yang baru saja.

Bila membuat produk baru jangan lupa format transaksinya di isi di Admin Panel > Server.

1. Masuk ke web kamu menggunakan akun admin kemudian buka Admin Panel.

2. Buka menu Produk.
Buka menu Produk di Admin Panel.

3. Tekan tombol + Produk Baru.
Tambah Produk Baru.

4. Muncul jendela Produk Baru, pada kolom Nama Produk isikan dengan nama produk yang mau dibuat, contoh Tagihan atau PPOB atau PLN dan lain-lain, bebas saja dengan catatan hanya menggunakan huruf dan spasi. Tidak pakai karakter lain atau angka. Pada kolom Template silakan gunakan template Token PLN jika produk yang mau dibuat membutuhkan kolom ID pelanggan, karena secara umum produk PPOB ada ID pelanggannya, buat saja dengan template Token PLN. Tekan tombol Simpan.
Produk yang dibuat bisa lebih dari satu, misal jika ingin PLN, PDAM dan BPJS terpisah, maka silakan buat tiga produk tersebut secara terpisah.
Isikan Nama Produk dan Template yang digunakan.

5. Pada produk yang sudah kamu buat tadi, tekan tombol Nonaktif sampai berubah menjadi Aktif. Kemudian tekan nama produk di kiri atas.
Aktifkan produk.

6. Setelah nama produk di klik, maka akan masuk ke menu tambah provider, biasanya saya menyebutnya menu sub kategori. Tekan tombol + Tambah Provider untuk membuat sub kategori baru.
Tekan tombol + Tambah Provider.

7. Muncul jendela Tambah Provider. Pada kolom Kode silakan isikan kode apapun bebas, kode ini hanya sebagai kode pembeda dengan produk lain, asal-asalan juga tidak masalah. Pada kolom Nama isikan dengan nama sub kategorinya misalkan PLN. PDAM, BPJS, dan lain-lain. Pada kolom Validasi isi dengan All GSM. Tekan tombol Simpan.
Jika kamu membuat produk PLN, BPJS, PDAM, dan lain-lain nya terpisah dalam produk yang berbeda, pada saat tambah provider buat saja sesuai nama produknya. Misal produknya dibuat dengan nama BPJS, saat tambah provider dibuat juga namanya BPJS.
Isikan kolom Tambah Provider.

8. Tekan nama provider yang sudah kamu buat.
Tekan nama provider yang sudah dibuat.

9. Tekan tombol + Tambah Voucher.
Tekan tombol + Tambah Voucher.

10. Pada jendela Tambah Voucher, pertama kita akan membuat produk Cek Tagihannya terlebih dahulu. Isikan kolom Server dengan suplier yang kamu gunakan. Pada kolom Kode Server isikan dengan kode cek sesuai dengan kode dari suplier, jangan asal-asalan ya kodenya. Dalam panduan ini contoh kode produk cek tagihan PLN adalah CPLN. Pada kolom Kode Trx bisa kamu samakan dengan Kode Server bisa juga berbeda, bebas saja. Kolom Nama isikan dengan nama produknya diawali kata Cek, contohnya Cek Tagihan PLN. Kolom Harga Beli tidak wajib diisi. Kolom Harga Jual Umum dan Harga Jual Reseller silakan diisi sesuai keinginan kamu. Kolom Status pilih Tersedia kemudian tekan tombol Simpan.
Buat produk Cek Tagihan.

11. Produk Cek sudah dibuat, sekarang tekan kembali tombol + Tambah Voucher untuk membuat produk Bayar nya. Mohon diperhatikan, produk Cek dan Bayar harus berada dalam provider / sub kategori yang sama.
Tekan + Tambah Voucher untuk membuat produk Bayar.

12. Sekarang yang dibuat adalah produk bayarnya, pada kolom Server isikan dengan suplier yang sama dengan suplier saat membuat produk cek. Pada kolom Kode Server isikan dengan kode produk bayar dari suplier nya, jangan asal-asalan menuliskan kode nya. Kolom Kode Trx bisa disamakan dengan Kode Server bisa juga berbeda. Pada kolom Nama tuliskan dengan diawali kata Bayar contohnya Bayar Tagihan PLN. Kolom Harga Beli kosongkan saja. Pada kolom Harga Jual Umum dan Harga Jual Reseller jika ingin menuliskan harga negatif, maka wajib disamakan harganya antara umum dan reseller agar tidak error. Misalnya jika harga umum -500 maka harga reseller juga -500. Status pilih Tersedia, kemudian tekan tombol Simpan.
Penting: Kode Server produk Cek dan Kode Server produk Bayar harus sama bagian belakangnya. Contoh jika kode cek adalah CPLN maka produk bayarnya bisa BPLN / PAYPLN. Tidak boleh kode Cek nya CPLN tapi kode Bayarnya BLISTRIK / PAYLISTRIK. Jika suplier kamu kode Cek dan Bayarnya tidak sama bagian belakangnya, silakan ganti suplier lain.
Buat produk Bayar Tagihan.

13. Edit produk Bayar dengan menekan ikon pensil di sebelah kanan nama produk Bayar nya kemudian pilih Edit Cepat atau Edit Lebih Lanjut, lebih simple Edit Cepat.
Edit produk Bayar Tagihan nya.

14. Pada jendela Edit Voucher, perhatikan di bagian bawah ada kolom Produk Cek PPOB. Isikan kolom tersebut dengan produk Cek yang sesuai dengan produk Bayar yang sedang di edit. Jika sedang edit produk Bayar Tagihan PLN maka isikan kolom Produk Cek PPOB nya dengan produk Cek Tagihan PLN. Jangan sampai salah isi produk Cek nya ya. Tekan tombol Simpan. 
Isikan kolom Produk Cek PPOB.

15. Jika sudah sukses menyimpan, akan muncul ikon seperti kartu di sebelah kiri nama produk Bayar. Ingat yang di edit dan diisi kolom Produk Cek PPOB nya hanya produk Bayar. Produk Cek jangan diisi kolomnya! Produk Tagihan (PPOB) sudah selesai dibuat.
Pastikan hanya mengedit produk Bayar saja.

Sekian artikel terkait Panduan Membuat Produk Tagihan (PPOB) ini, jika ada error saat cek tagihan coba cek ke admin panel > server pastikan format transaksi sudah diisi semua. Jika saat bayar harganya jadi double, itu karena menggunakan file model yang di edit / custom dan bukan default, silakan gunakan file default bawaan saat membuat produk baru. Untuk kembali ke halaman daftar Tutorial dan Panduan silakan klik disini.
M Faishal Hidayat
M Faishal Hidayat, lahir di Cianjur tapi besar di Bogor. Kuliah manajemen dan ekonomi tapi sangat tertarik dengan dunia teknologi khususnya segala sesuatu yang berhubungan dengan website.
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Channel Telegram